top of page
Die_casting.jpg

Perbedaan Utama Antara Aluminium Extrusion & Die Casting

Proses, Sifat, dan Aplikasi

Aluminium adalah salah satu logam paling serbaguna di dunia modern. Dari rangka jendela, bodi mobil, hingga casing elektronik, logam ringan ini hadir di hampir setiap aspek kehidupan industri. Dua teknologi manufaktur paling populer untuk membentuk aluminium adalah extrusion dan die casting.

​

Keduanya sama-sama bertujuan membentuk aluminium menjadi komponen fungsional, tetapi prinsip kerja, hasil akhir, dan aplikasi keduanya sangat berbeda. Untuk memilih proses yang tepat, penting memahami bagaimana perbedaan fundamental dalam metode pembuatan dapat memengaruhi kekuatan, tampilan, serta biaya produk akhir.

Sekilas Tentang Aluminium Extrusion

Proses extrusion dapat dibayangkan seperti cara membuat mie atau pasta. Batang aluminium padat (biasanya billet paduan seperti 6061, 6063, atau 6005) dipanaskan hingga mendekati titik lelehnya sekitar 450–500°C lalu ditekan melalui cetakan (die) dengan tekanan tinggi. Aluminium yang keluar dari cetakan ini membentuk profil panjang sesuai desain cetakan tersebut.

 

Contohnya:

  • Profil T-slot untuk rangka mesin.

  • Rel pintu geser aluminium.

  • Heatsink elektronik.

  • Frame panel surya atau fasad bangunan.

  • ​

Setelah keluar dari die, profil aluminium masih panas dan lunak. Maka, profil ini kemudian dididinginkan, dipotong, dan dilakukan aging (heat treatment) untuk memperkuat struktur mikronya.

​

Ciri khas produk hasil ekstrusi:

  • Bentuknya panjang dan konsisten.

  • Ketebalan dinding seragam.

  • Struktur butiran logam (grain structure) memanjang mengikuti arah ekstrusi, menghasilkan kekuatan mekanik tinggi pada arah tertentu.

  • Permukaan biasanya halus, bisa langsung anodisasi atau powder coating untuk tampilan akhir.

​

Keunggulan utama:

  • Dapat membuat profil kompleks dan ringan.

  • Biaya cetakan relatif murah dibanding die casting

  • Cocok untuk volume menengah hingga besar, terutama untuk komponen panjang.

  • Limbah material minim, karena prosesnya sangat efisien.

Memahami Aluminium Die Casting

Berbeda dengan extrusion yang menggunakan aluminium padat, die casting dimulai dari aluminium cair. Proses ini melibatkan pencairan paduan aluminium (biasanya ADC12 atau A380) pada suhu sekitar 660°C, kemudian logam cair tersebut disuntikkan ke dalam cetakan baja tertutup dengan tekanan tinggi.

​

Setelah mendingin dan mengeras, cetakan dibuka dan komponen aluminium dikeluarkan. Proses ini berlangsung cepat beberapa detik per siklus dan dapat menghasilkan bentuk tiga dimensi yang kompleks, lengkap dengan detail halus seperti lubang, rusuk penguat, atau permukaan bertekstur.

​

Ciri khas hasil die casting:

  • Bentuknya kompleks dan solid (contoh: housing motor, casing lampu, body pompa).

  • Permukaannya lebih halus dibanding casting biasa (seperti sand casting).

  • Dimensi sangat presisi, cocok untuk suku cadang mekanik.

  • Biasanya masih perlu finishing tambahan (debur, shot blasting, atau machining ringan).

​

Keunggulan utama:

  • Presisi tinggi — cocok untuk produksi massal dengan toleransi ketat.

  • Kecepatan tinggi — tiap siklus hanya beberapa detik.

  • Konsistensi kualitas karena cetakan tertutup rapat.
     

Namun, biaya cetakan (mould die) jauh lebih mahal dibanding extrusion, sehingga metode ini lebih ekonomis untuk volume produksi besar.

Dampak Proses Terhadap Struktur dan Kualitas

Perbedaan paling menarik antara extrusion dan die casting terletak pada mikrostruktur logam yang dihasilkan.

​

a. Struktur Butiran (Grain Structure)

  • Pada extrusion, logam padat ditekan sehingga butiran logam memanjang. Ini memberikan kekuatan tarik dan tekuk yang tinggi sepanjang arah ekstrusi.

  • Pada die casting, logam cair membeku dalam cetakan. Pendinginan cepat menciptakan butiran halus, tapi orientasinya acak, menyebabkan kekuatan tarik lebih rendah dibanding extrusion, walau tetap cukup untuk komponen statis.

​

b. Porositas dan Kepadatan

  • Die casting sering mengandung pori-pori mikroskopik akibat udara terjebak saat injeksi cepat. Karena itu, komponen hasil die casting biasanya tidak cocok untuk proses anodizing (karena bisa muncul bintik).

  • Extrusion, karena tidak melibatkan logam cair, menghasilkan material padat tanpa pori, ideal untuk finishing permukaan seperti anodisasi atau powder coating.

Aplikasi di Dunia Industri

Aplikasi Aluminium Extrusion

Karena menghasilkan profil panjang dengan bentuk konsisten, extrusion digunakan luas dalam industri:

  • Konstruksi: kusen pintu dan jendela, fasad bangunan, pagar, rel tangga.

  • Transportasi: rel atap mobil, komponen truk ringan, struktur rangka trailer.

  • Elektronik: heatsink pendingin karena kemampuan menyebarkan panas secara efisien.

  • Energi Terbarukan: frame panel surya dan struktur mounting.

​

Sifat mekanik yang kuat serta kemampuan anodisasi menjadikan extrusion pilihan ideal untuk komponen struktural dan dekoratif.

​

Aplikasi Aluminium Die Casting

Sementara itu, die casting mendominasi sektor di mana bentuk kompleks dan presisi tinggi dibutuhkan:

  • Industri otomotif: housing gearbox, body motor listrik, bracket engine.

  • Elektronik: casing lampu LED, body kamera, housing alat elektronik industri.

  • Peralatan rumah tangga: body blender, gagang pintu logam, komponen pompa air.

  • Aerospace & defense: part kecil dengan geometri rumit namun ringan.

Dengan siklus produksi cepat, die casting menjadi tulang punggung manufaktur massal komponen metal presisi.

Pertimbangan Memilih Proses yang Tepat

Menentukan apakah menggunakan extrusion atau die casting tergantung pada tiga faktor utama: desain produk, volume produksi, dan finishing yang diinginkan.

​

1. Desain Produk

  • Bentuk panjang & seragam → pilih extrusion.

  • Bentuk 3D kompleks → pilih die casting.

​

2. Volume Produksi

  • Produksi kecil–menengah → extrusion lebih ekonomis.

  • Produksi besar (>10.000 pcs) → die casting lebih efisien.

​

3. Finishing

  • Butuh warna / tekstur metalik → extrusion cocok (mudah anodisasi).

  • Butuh bentuk detail kompleks → die casting cocok meski finishing terbatas.

​

Dalam banyak kasus, pabrikan besar justru mengkombinasikan keduanya: extrusion untuk bagian struktural, dan die casting untuk housing atau komponen berdetail tinggi.

Kesimpulan

Baik aluminium extrusion maupun die casting memiliki keunggulan dan batasan masing-masing.

​

  • Extrusion unggul dalam kekuatan arah tertentu, efisiensi bahan, dan finishing.

  • Die casting unggul dalam bentuk kompleks dan kecepatan produksi massal.

​

Pemilihan proses terbaik tergantung pada fungsi komponen, volume produksi, serta kebutuhan estetika dan mekanik.

​

Dengan memahami karakteristik keduanya, engineer dan produsen dapat merancang solusi yang lebih efisien baik untuk proyek konstruksi, otomotif, maupun elektronik.

Aluminum-Heat-Treatment.jpg
Understanding Aluminum Hardening Processes T0, T4, T5, and T6.jpeg

Butuh Mitra Produksi Aluminium yang Andal?

Jika Anda mencari mitra industri aluminium extrusion berkualitas tinggi, kunjungi Exalum Metal. Kami memiliki teknologi extrusion modern, tim rekayasa berpengalaman, serta layanan menyeluruh dari perancangan profil, proses produksi, hingga finishing premium.

​

Dengan pengalaman dan keahlian di bidang aluminium, Exalum Metal siap membantu Anda menemukan solusi yang paling tepat antara extrusion dan die casting, sesuai kebutuhan.

  • email-square-line-icon_edited_edited
  • Whatsapp
bottom of page